Senja Yang Menyakitkan

Ingatkah kamu saat kita awal berkenalan? Ingatkah saat dulu kita bersama,tertawa terbahak-bahak bagaikan tanpa masalah sedikitpun? Ingatkah kamu saat kita bersedih bersama menghadapi suatu masalah yang memang harus kita selesaikan bersama? Masih ingatkah kamu saat memegang tanganku dan mengucapkan kata-kata yang membuatku percaya padamu dan berhasil meluluhkan hatiku.
Kamu yang selalu ada di saat aku bersedih, terluka bahkan terpuruk. Kamu yang selalu menyediakan bahu untuk bersandar ketika semua orang mencomoohku. Bahkan kamu yang selalu bisa membuatku tersenyum meski hati ini dalam luka yang teramat dalam

Aku mencintaimu , katamu selirih angin sore . Namun aku takut ketika aku membuka mata dan kamu tak lagi ada. Tapi itu hanya dulu, ketika dia orang yang kamu sebut sebagai adek mampir sejenak kedalam hubungan kita. Mulai merengget kebahagian yang pernah kita jalin dan bahkan kini mengukir luka yang teramat dalam, membuatku tak mampu untuk melangkahkan kaki lagi.
Dan sekarang, kamu mulai berubah menjadi dingin sedingin salju. Tak pernah menghiraukanku lagi, tak sedikitpun peduli lagi bahkan kamu cenderung lebih menyakitiku dengan tingkahmu yang semakin membuatku muak. Jika kamu ingin pergi, setidaknya ucapkan kata perpisahan dengan baik 

Seperti senja, kamu datang dengan kesejukan dan meninggalkan luka yang mendalam Aku tak pernah menyesal mengenalmu,karena denganmu mengajariku arti dari sebuah penghianatan.Seperti senja,datang dengan semua kesejukan lalu pergi meninggalkan kenangan
Apa aku boleh mengatakan kamu sungguh keterlaluan, sejatinya setiap tamu yang datang akan mengucapkan kata berpisah juga. Apa aku boleh menyebutmu sebagai pendusta, karena janji-janji dan bualan manismu masih terpatir di sanubari. Atau dengan sebutan apa aku harus menyebutmu!
Meski semua janjimu hanya kata semata.

Tapi percayalah, aku tidak pernah menyesal sedikitpun mengenalmu karena denganmu aku mengerti sebuah arti pengorbanan, penghianatan,bahkan sakitnya patah hati. Kelak, jika kamu telah resmi memilihinya, tolong pegang erat tangannya.Jangan pula kamu menyakitinya seperti kamu menyakitiku. Jangan biarkan ada air mata menetes dipipinya seperti air mata yang selalu menetes di pipiku. Dan jangan pula kamu cekokin dia dengan janji palsu atau bahkan gombalan yang tak berujung. 
seperti senja yang awalnya indah dan lama kelamaan berubah menjadi mendung ini adalah waktu yang kutunggu tunggu, hujan. Aku melamun di perpustakaan, perpustakaan yang awalnya ramai kini sudah sepi ketika hujan datang orang orang lebih memilih kembali ke kelas. Tuhan itu maha adil ia tak pernah lupa memberikan anugerah dibaliknya. Tuhan selalu menyajikan keindahan bagi setiap umatnya. Salah satu keindahan itu adalah pelangi pelangi sering muncul dipenghujan sama halnya kesedihan ketika kalian bersedih pasti akan datang kebahagiaan meski kebahagiaan itu sementara.  

Komentar

Posting Komentar